ADAPTASI MORFOLOGIS KOSAKATA SERAPAN DARI BAHASA KOREA KE DALAM BAHASA JEPANG
Keywords:
adaptasi morfologis, kosakata serapan, gairaigo, bahasa Korea, bahasa JepangAbstract
Penelitian ini membahas fenomena adaptasi morfologis kosakata serapan dari bahasa Korea ke dalam bahasa Jepang yang berkembang melalui media sosial, khususnya platform X (Twitter), sebagai ruang interaksi lintas budaya di kalangan generasi muda Jepang. Kosakata serapan atau gairaigo dari bahasa Korea semakin banyak digunakan dalam percakapan daring, menunjukkan adanya penyesuaian bentuk kata sesuai dengan sistem bahasa penerima. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis proses penyesuaian struktur internal kata (morfologi) dari bahasa sumber (Korea) ke dalam bahasa penerima (Jepang). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak-catat terhadap kosakata serapan yang ditemukan dalam unggahan pengguna media sosial, kemudian dianalisis menggunakan teori morfologi Katamba (1993) dan Tsujimura (2007), serta didukung teori Nida (1949), Saussure (1959), dan Chaer (2014). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua proses adaptasi utama, yaitu clipping (pemendekan) dan compounding (penggabungan morfem). Proses tersebut memperlihatkan bahwa bahasa Jepang tidak hanya meminjam unsur asing secara fonologis, tetapi juga mengintegrasikan struktur morfologis ke dalam sistem internal bahasa. Kesimpulannya, adaptasi morfologis ini mencerminkan fleksibilitas dan dinamika bahasa Jepang dalam merespons pengaruh budaya Korea melalui media digital.